Showing posts with label Thoughts. Show all posts

What Holds Us Back From Our Dream

Sekitar tiga minggu ini aku punya kegiatan macem-macem, apalagi udah sekitar lebih dari sebulan lulus dari kantor aku jadi nggak ada kegiatan rutin berangkat pagi pulang malem lagi. Nggak sih, aku nggak akan curhat soal kenapa aku bisa lulus dari tempat kerjaku kemarin haha, hanya aja selama beberapa minggu ini aku lewatin dengan perasaan berubah-ubah. Ya sejenis nggak karuan gitu karena biasanya jelas tiap hari mau pergi kemana, ngerjain apa, dan lainnya eh sekarang jadi bingung mau ngapain sambil nunggu kerja di tempat selanjutnya.

Apalagi aku orangnya moody-an, huft.

Despite all the things I've experienced, seringkali aku ngerasa down sama diri sendiri. Sering lah pikiran-pikiran kaya 'Lu tuh sebenernya mau hidup jadi apa sih, Thar?' terlintas lalu lalang di otak. Eh, serius. Seiyanya aku suka sok-sok-an ngasih motivasi ke orang lain atau ngomong/ngasih masukan dengan sok iye ke temen-temen, tapi aku sendiri masih suka kehasut sama negative vibes dari diri sendiri lho hahaha.

That's why people need others, right? Aku pun butuh orang lain untuk bisa terus termotivasi. Itu lah mungkin kenapa di agamaku sangat disarankan untuk bergaul dengan orang-orang baik (baik itu luas maknanya, buatku disini orang baik yang berpikiran positif). Yah buat aku mah sih selama orangnya nggak bikin aku celaka berarti dia orang baik. Dan bergaul sama orang lain berarti kita nerima konsekuensi untuk mendengarkan apapun yang orang lain katakan. Dan... what would you do if someone critics you? Mari kita bahas soal kritik, tanpa mengklasifikasikan dulu ini kritik yang menjatuhkan atau membangun.

Guys, nggak ada orang yang seneng dikritik (atau mungkin ada?). Let's be honest, saat adanya kritik terhadap diri kita dari orang lain, bakal ada beberapa feeling yang kita rasain contohnya: amarah, kecewa, denial, self-doubt, rasa takut, atau jadi percaya sama kritik tersebut dan malah ngedown. Marah karena kita mikir 'Lah kok bisa lu ngomong begitu? Gue gak terima!', atau kecewa karena kita ngerasa ya ampun nggak percaya banget deh dia bisa ngomong kaya begitu, denial atau penolakan dari apa yang kritikus tersebut katakan, self-doubt sampe meragukan diri sendiri 'Eh....emang iya ya gue kaya gitu? Duh...apa iya ya?', takut bahwa kita nggak cukup baik untuk orang lain, sampai perasaan down yang ditimbulkan gara-gara kita ngerasa bahwa kita adalah orang termelarat di dunia karena kritikan itu benar adanya! Ah gawat, nggak boleh nih, nggak boleh dong kaya begitu.

What starts out as a series of feelings and thoughts itu nggak menutup kemungkinan bakal kita jadiin belief system buat diri kita. It will turns out as an actual belief that will holds us back from our dreams! Kita jadi nggak percaya diri, and instead of someone criticizing us, we criticize ourselves. Bakal ada deh pikiran-pikiran yang bikin kita ngerasa bahwa kita nggak akan sanggup buat ngelakuin hal-hal yang luar biasa. Liat aja, orang lain juga banyak yang gagal kan?

Yah kira-kira begitu yang kita pikirin.

Negative self-doubt kaya gini yang nggak akan pernah bikin kita berhasil. Apapun yang kita lakuin bakalan gagal terus kalau kita selalu meragukan kemampuan diri sendiri. Eh, aku sekarang udah nggak kerja lho. Serius. Banyak orang nyinyir sama keputusan aku untuk hiatus bekerja kantoran. Apalagi aku masih belum menikah yah, orang-orang pada nyangkutinnya sama 'Gimana kamu bisa bantuin orang tua kalau kamu gak kerja, Thar?'. Dan sering juga lho itu bikin aku nggak semangat dan sampe mikir 'Iya yah...apa gue kerja lagi aja gitu? Ini usaha gue jangan-jangan nggak bakal berhasil...'. Tapi bukan Thari namanya kalau nggak semangat! Hehehe. Usaha itu nggak ada yang instan, semuanya butuh proses asal dijalanin secara istiqomah alias terus menerus. Sisanya? Percayain sama Yang Maha Esa karena nggak ada satupun yang kita alamin kecuali atas izin-Nya.

Ah kalau mau ngobrolin soal tips bisnis atau agama mah bukan bidang aku, jadi aku nggak akan bahas itu yah hehe.

In conclusion, menurutku sebetulnya kritik yang menjatuhkan atau membangun itu tergantung dari kitanya, gimana cara kita nerimainnya. Yah mau dikritik kaya apa juga sebenernya sih kalau kita nerimainnya dengan lapang hati kayanya nggak bakal ya ngalamin hal-hal yang aku sebutin di atas tadi. Iya nggak? Memang sih yang paling bahaya itu justru inner critic, sesuatu yang berasal dari diri kita sendiri yang kita percaya bahwa hal-hal negatif yang kita alami itu berasal dari diri kita sendiri. Nah kalau kaya gitu ceritanya nggak akan ada yang bisa ngubah nasib kita kecuali diri kita sendiri.

Jadi buat temen-temen yang sekarang lagi mengejar mimpi, harus terus semangat! Apapun yang sekarang kamu rasain, sedih, marah, kecewa apapun pokoknya, please don't let your inner critic holds you back from your dream! Inget kan pesen Rasul? 'Belajarlah seakan kamu hidup selamanya, berimanlah seakan kamu akan mati besok'.

Selamat merealisasikan mimpi ya guys! *pegangan tangan erat-erat*

Balada Galau Jodoh

Assalamualaikum dearest, sister fillah, temen-temen yg nggak sengaja nyasar ke blog ini dan some of you yang dengan setianya masih suka bacain blog ini yg sudah agak lama hiatus. I hope you're all in your best day.

Hari ini aku memutuskan untuk mulai menulis lagi, dan mungkin akan ada beberapa perbedaan yang kentara banget antara tulisan-tulisanku ke depannya dengan tulisanku sebelum-sebelumnya. Started today salah satunya, mungkin aku akan lebih menggunakan kata-kata yang lebih personal. Nggak apa-apa yaa hehe.

So... Postingan kali ini aku buat karena ada beberapa hal yang super menggelitik, yang udah beberapa waktu aku pendam, terkait soal trending dakwah di media sosial.

First of all mohon diperhatikan baik-baik dan digarisbawahi bahwa tulisan ini adalah opini jujur dari hati and basically what I've been thinking this whole time.

So, dalam beberapa tahun terakhir dengan adanya kemajuan teknologi dan aplikasi smartphone yg bikin masyarakat Indonesia mudah banget mengemukakan opini tanpa harus menulis surat ke koran atau media cetak lainnya, aku melihat bahwa hal ini digunakan secara maksimal oleh beberapa orang untuk menyebarkan kebaikan. Contohnya, akun-akun dakwah yang rame banget di media sosial seperti Facebook, Twitter dan tentu aja yang paling happening saat ini, Instagram. Aku secara personal ikut seneng sama hal ini, aku jadi lebih mudah buat dapetin informasi-informasi berkaitan dengan hadits, tafsir al quran, dialog keagamaan, jadwal-jadwal kajian dan lainnya. Kurang lebih itu yg aku rasakan sekitar satu tahun lalu.

But people do change, huh? Banyak banget akun dakwah yang udah agak lama aku follow di Instagram dan beberapa waktu lalu aku screening dan kemudian aku unfollow. Sekarang, hanya beberapa akun dakwah aja yang masih aku follow, dan aku berharap mereka tetep istiqomah sama contentnya plus nggak menyimpang dari konten yang sejatinya memang dipakai untuk dakwah.

Yang aku kurang suka dari akun Instagram yang aku unfollow adalah perubahan konten yang kentara banget dan justru--sorry ya--bikin aku nggak nyaman dan malah mengernyitkan dahi. For example, ada akun dakwah muslimah yang asli deh dulu isinya bagus banget. Dia fokus sharing soal hadits-hadits untuk wanita, keutamaan jilbab, tanya jawab seputar hak dan kewajiban muslimah dan hal lainnya yang muslimah banget. Lama-lama kontennya berubah. Jadi...em... ilustrasi muslimah berjilbab dengan dialog galau menanti jodoh, doa minta jodoh cepet, puisi2 cinta yang temanya "jauh di mata dekat di doa", etc. Awalnya it's okay karena kadang lucu juga, suka bikin baper juga sih haha tapi lama-lama semua kontennya kayak begitu bikin aku risih juga, ada konten lain yang bisa dishare kah? There are many things we don't know how to be a pious woman, then tell us that. Share your knowledge of it to us.

Aku nggak sepenuhnya sebel sih sama hal itu, hanya aja aku adalah salah satu follower yang menantikan deep content soal perempuan yang gimana caranya aku sebagai perempuan bisa dapet ridhanya Allah semasa hidup di dunia juga nanti di akhirat. Mirisnya banyak juniorku yang malah jadi galau pengen cepet-cepet nikah sampe tingkah laku sama obrolannya aneh (tapi lucu sih) jadi kaya anak kecil yang galau karena nggak dibeliin mainan sama orang tuanya. Giliran aku tanya, kamu udah siap ninggalin ibu bapakmu buat tinggal sama laki-laki asing? Belum ada yang berani jawab "Siap dong!".

Nggak tau ya buat yang lain, tapi buatku hidup ini nggak usah dihabisin buat mikirin jodoh karena itu mah udah diatur, kitanya aja yang terus berusaha jadi insan lebih baik plus berdoa juga sama Allah. Diem-diem aja. Nggak harus juga semua orang tau kegalauan hati kita soal jodoh toh? What I can say is tenang aja, jodoh itu urusan Allah, sebelum kamu brojol ke dunia juga nama jodohmu udah ditulis di Lauhul Mahfudz. Masih banyak banget yang kita, gadis-gadis yang belum menikah, bisa lakukan selain ngegalauin soal jodoh. Contoh gampangnya, fokus aja hidup sebagai anak berbakti sebelum nanti peranannya nambah jadi istri berbakti juga.

Menikah itu ibaratnya memang menyempurnakan separuh agamamu, tapi kamu juga harus aware akan hal-hal yang bakal kamu hadapi setelah menikah. Menikahlah ketika kamu siap. Bukan ketika kamu liat temen sebayamu udah banyak yang nikah bahkan gendong anak. Saranku, sering-sering cari info soal persiapan pernikahan. Buat yang Muslim, kamu bisa tonton videonya Ust.Khalid Basalamah di Youtube Channel beliau dan search aja dengan keyword "Mahkota Untuk Pengantin", itu udah cukup lengkap.

Kuncinya, percayain aja sama Allah soal jodohmu. Namanya siapa, rupanya kaya gimana, datengnya kapan, pasrahin ae lah. Sekarang kamu fokus aja memantaskan diri. Masih banyak lho ilmu yang bisa dipelajari, sibukin diri sama menuntut ilmu aja daripada galau mikirin jodoh yang masih misterius. Hidup nggak bakal ribet kalau kita nggak bikin ribet. Cheers.


10 Things To Do: Hal-Hal Yang Bisa Kamu Lakukan Buat Ngilangin Bete, Sedih, Kecewa Ataupun Marah!

Happily ever after, what do you think about it? Semua orang kepingin punya hidup yang serba cukup, tanpa masalah, tanpa musuh, or in a simple way: hidup yang semuanya berjalan mulus sesuai dengan keinginan kita. Bukan nggak mungkin, karena banyak banget orang yang craving for the best and do his best to accomplish his happy life. Hanya aja, every day isn't always the best day, right?

In case kamu adalah orang yang moody (kaya saya, hehe), there's something we have to realize: we do have a power to turn it all around. Yes, kita punya kekuatan buat merubah keadaan hidup kita. Terkadang keceriaan hari itu berubah drastis hanya karena hal kecil yang bikin kita kecewa, sedih atau marah, ya nggak? Nggak ada orang lain yang bisa bertanggungjawab terhadap apa yang kita rasakan, mau itu kita kesel karena dibohongin sama pacar atau ditipu sama orang nggak dikenal atau bahkan barang kesayangan rusak gara-gara anak tetangga, perasaan yang kita rasain hanya bisa dihilangkan/dirubah sama diri kita sendiri. It's our responsibility to shake off a bad mood and move into something sparkle ;)

Kalau lagi bad mood, mungkin 10 hal di bawah ini bisa kita lakuin buat ngilangin dan mengobati rasa bete karena sedih, kecewa, dan perasaan-perasaan nggak enak lainnya...

❤ Main sama peliharaan. Either kamu punya kucing, anjing, kelinci, hamster, ikan, atau hewan lainnya. Try to communicate with them, jangan takut dianggap gila, daripada gila beneran karena bete ditahan-tahan? Ih jangan ketawa :(

❤ Eat the best sweets you can get your hands on. Coklat mungkin lebih bagus yaa. Atau makanan dan minuman apapun yang bisa bikin mood kamu bagusan lagi, milkshake will do too!

❤ Rendam kaki pake air anget sambil duduk rileks. Cobain deh.

❤ Jalan-jalan sama temen dan berlagak jadi turis di kota sendiri. Jangan lupa buat wisata kuliner dan foto-foto bareng. You'll be amazed how it turns out sooooo refreshing.

❤ Dance it out.

❤ Karaokean! Sendirian atau sama temen, nggak masalah.

❤ Cuci muka pake air dingin. Bisa juga gosok-gosokin es batu ke muka. Mandi pake shower lebih bagus lagi. Bete ilang, badan seger, wangi juga. Nggak rugiiiiii.

❤ Hug a friend.

❤ Make a video diary. Tuangkan apapun yang kamu rasakan, be expresive! Hasil videonya nanti bisa kamu liat sambil kamu ketawain sendiri.

❤ One best thing for me (and it ALWAYS works): Nonton drama korea. Rasanya jadi lupa gitu sama masalah hidup yang dihadapi. Apa karena drama korea itu saking nggak realnya di kehidupan nyata atau gimana, nggak tau deh :3

Hmm, apalagi ya sekiranya hal-hal yang bisa dilakukan buat ngilangin bete? Kalau kamu bete, biasanya ngapain?


How I Met: Dian Pelangi!

Kids, it was the year of .....

Ok, I will not make it sounds like How I Met Your Mother series. Big apology... *melipir*

Anyway, this is about one of the magical thing happened when I prepared my thesis research. Lucky me, my thesis proposal has been approved though that I chose to choose a topic of hijab.

Hijab.

Well...




The Power by Rhonda: Cinta Adalah Kekuatan

Written on June 27, 2014.


For most of you, mungkin sudah tau buku The Secret dan hukum tarik-menarik yang dipaparkan secara menarik di buku tersebut kan? Kemungkinan, para pembaca The Secret juga mengenal buku lainnya yg ditulis oleh penulis yang sama, dengan judul The Power karena isinya sangat berkaitan, meskipun di dalam buku The Power lebih ditekankan kepada daya magnetis alam yg ada di dalam diri kita.

Singkatnya, I was unintentionally read that book and I was amazed by every word in it.

Kenapa?

Secara garis besar, buku The Power mengungkapkan hebatnya daya dari kekuatan paling besar yg ada di alam semesta: Cinta. Ibu Rhonda, sang penulis, bilang di situ kalau tanpa cinta semuanya ga akan ada. Kita ada karena cinta orang tua, dunia juga bisa tercipta karena cintanya Tuhan sama kita. Bener juga sih. Itu yg ada di pikiran saya.

The more I read, the more I think, and the more I was being amazed. Ada keterkaitan yg sangat erat dari daya magnetis cinta di dalam buku The Power dan hukum tarik-menarik di dalam buku The Secret. Many pages I have read, satu yg nempel banget di otak saya adalah: “Kalau kamu merasa senang, lakukan. Jangan melakukan apa yang kamu tidak sukai. Kamu harusnya mengerjakan sesuatu yang kamu sukai, bukan sebaliknya. Apapun yang kamu suka, lakukan!”

Dan kalimat itu yang bener-bener bikin saya terpukau, dan berkali-kali mengucap rasa syukur. Alhamdulillah.

Jadi, post ini bukan tentang bukunya ya, hehehe.

Saya ngerasa, apa ya, terpukau… terbuka matanya… teringat lagi ayat-ayat Al-Qur’an, firman-firman Allah, hadist-hadist yang dulu pernah saya baca. Saya jadi teringat itu semua karena, Alhamdulillah, beberapa hari yang lalu saya pernah ngepost (tepat postingan sebelum ini, yang tentang wisuda itu) yang isinya saya bilang: ”my heart flutters …” bla bla bla yg intinya adalah saya ngerasa seneng banget, jantung saya berdegup dan meleleh rasanya kalau saya ngebayangin bisa kerja di bidang fashion muslim. Ya karena saya suka sama hal tersebut.

“Kalau kamu merasa senang, lakukan.”

Belum pernah kerja di bidang tersebut, tapi kalau ngebayangin rasanya seneng. Suka aja gitu ngebayanginnya. Jadi saya bayangin terus deh. Hehehe.

Rasa ketertarikan saya sama fashion muslim, khususnya hijab yang lucu-lucu itu, udah lama banget. Dari jaman saya masih sekolah, jaman masih pake kerudung instan model anak-anak itu, yang kalau dipake, jidatnya ketutup semua sama kerudungnya, alisnya juga ilang sebagian, hehe. Tapi saya bukan fashion junkie, atau fashion expert, atau hijabers fan. Bisa diliat dari cara saya pake baju ko, standar aja, ga ada yang istimewa. Bahkan saya ga begitu ngerti fashion, juga pemikiran dan style para fashion designer di luar sana. Saya pake baju yang saya ngerasa nyaman dan suka aja, ga lebih.

Yang pasti, saya seneng bergelut di bidang itu. Saya suka iseng nyoba model kerudung, dandanin orang, gaya ala-ala hijabers lucu-lucu. Seneng aja, rasanya nyaman dan makin sayang sama Islam.
Setiap ngebayangin bisa kerja di dunia fashion muslim, rasanya saya terlalu kegirangan. Gimana engga, orang belum apply ke perusahaan fashion muslim manapun, udah ngebayangin yang enggak-enggak, bakal seneng ini, bakal seneng itu, kerja cape juga gapapa deh, hahaha. Saya pengen kerja yang bikin enjoy, yang pekerjaannya saya suka, yang memang passion saya. Itu mimpi. Mimpi yang nggak terucap ke siapapun, bahkan enggak berani minta dinyatakan oleh Allah.

Tapi otak dan hati saya terus ke arah sana. Anehnya. Rasanya keukeuh mau kesitu.

Saya beberapa kali ikutan job fair dan career expo, dan ga pernah masukin CV ke perusahan busana muslim. satu kalipun. Sampe akhirnya satu ketika saya habis pulang dari Cikarang, dari kampus saya tercinta President University karena ada urusan, saya ketemu temen saya waktu SMA. Kami ketemu di Bandung. Nggak direncanakan, nggak disangka. Emang udah takdir dari Allah kita harus ketemu waktu itu, di tempat itu.

Dari dia, saya jadi tau kalau perusahaan tempat dia bekerja lagi butuh orang.

It needs new employee.

Anak fikom.

Komunikasi.

Dan saya anak komunikasi.

Dimana dia kerja?

Perusahaan fashion muslim yang headquarternya di kota Bandung.

Perusahaan fashion muslim yang saya nggak nyangka, ternyata gede yah.

Berbunga-bunga lah hati saya. Seketika terucap doa sekejap, minta sama Yang Maha Kuasa, supaya ini bukan hanya sekedar pertemuan. Semoga pertemuan yg maksudnya masih dirahasiakan sama Yang Maha Besar ini, bukan cuma jadi setetes air yang bakalan cepet menguap sama api kecil.

Semoga ini jadi jalan menuju mimpi.

Saya jadi ngebayangin yang belum kejadian. Saya ngebayangin kerja disitu, dapet job yang saya suka, kerja all out pake hati jiwa dan raga. Ya gitu deh. Pikiran saya mengawang kemana-mana. Padahal saya nggak tau posisi apa tepatnya yang dibutuhkan, untuk kapan, di bagian apa. Cuma lagi kesenengan aja, namanya manusia.

Tapi bukti Allah memang selalu nyata. “Dan Allah bersama prasangka hamba-Nya”.

Di buku The Power itu, Ibu Rhonda bilang bahwa teruslah bertindak dan berperilaku sesuai untuk menjemput hal-hal positif disekeliling kita. Intinya, dia bilang, bertindaklah seakan itu akan terjadi dalam waktu dekat, dia pasti akan menghampiri. Nggak lain nggak bukan, kalimat itu juga salah satu pembuktian janji dan firman Allah: “Dan Allah bersama prasangka hamba-Nya.”

Itulah hukum-tarik menarik. Berprasangka baik, datanglah hal baik.

Itulah hukum cinta. Berjuang untuk yang kita sukai, datanglah hal yang kita sukai.

Dan subhanallah…

I’ve got offered for the position of content developer.

Media. Islamic Fashion.

Salah satu  mimpi, yang sudah dibuktikan dengan segala kebesaran Allah.

Jadikan cinta sebagai daya magnet penjemput mimpi; penjemput semua kebahagiaan diri.


Impian, cinta, pikiran positif, hasil yang positif. In syaa Allah.



Typography by Paul Benito

"I've drifted away from a lot of people"

Found this on Tumblr, and want to know what actually you think about it

Hijabis Role Model

Assalamu'alaykum,

Role model... banyak Muslim di dunia yang menyebutkan kalau Rasulullah shallallahu'alaihi wassalam adalah role model mereka (termasuk aku, insyaAllah). Kalau dari dua kata role model sendiri, yang ada di benak temen-temen kaya gimana? kalau aku bilang role model itu adalah orang yang kita yakini sebagai contoh, bener ga kira-kira?

Sebenernya kenapa tiba-tiba ngepost tentang ini, tadi habis subuh lagi buka-buka twitter terus nemu retweet yang isinya menurut aku bagus.


Ngeliat dari isi tweetnya, Kak Annisa ini baik banget mau ngingetin kita biar kita ga sembarangan ngambil contoh dari sembarang orang. Ngeliat tweet itu, aku sendiri masih takut kebawa-bawa sama arus yang ga seharusnya, atau jadi pengen sesuatu yang ga terlalu aku butuhin cuma karena salah milih role model. Ngaruh emang ya? aku ga tau kalau yang lain, tapi buatku tiap orang yang aku yakini sebagai contoh, bakal punya pengaruh besar sama pola pikir dan pola tingkah yang aku bakal lakuin.

Tweet yang barusan ada terusannya, isinya kaya gini ...

Buat orang awam kaya aku yang hijabnya belum dibarengi jilbab, yang bajunya belum serba longgar, yang imannya naik turun dengan sangat drastis, gampang banget buat kepengaruh sama lingkungan. Meskipun alhamdulillah ga sampe buka kerudung, tapi hampir semua aspek kepengaruh besar sama apa yang aku baca, aku liat, dan aku denger dari berbagai sumber tentang hijab dan Islam.

Sering banget kalau ngeliat hijab fashion terus malah jadi kepengen beli baju baru, kerudung baru, dll. Kepengen banget bikin design yang bermanfaat kalau abis liat Al-Uyeah atau Islamographic. Emang kepengaruuuuh banget. Mungkin lebay, tapi aku suka takut aku malah main di tempat yang nggak baik buat dijadiin tempat main. Kalau general nya, mungkin kita harus pinter-pinter milih lingkungan; apa yang kita baca dan kita liat. Gitu mungkin ya? menurut kamu gimana?


Share


Sekedar Surat Cinta Pelipur Lara

Semua yang kita cintai... akan kembali ke pelukan Allah...
Segera... atau Allah akan biarkan kita bersenang-senang dengannya sampai waktu yang ditentukan...
Sampai waktu perpisahan tiba... hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah mengambil yang terbaik darinya, juga memberikan yg terbaik untuknya...


Image Maintenance? Real People Just Don't Care. Is it?





Assalamu'alaykum,

Today is time for Pearls Inside, yay! Anyway, I've found that particular image above on Facebook and it definitely tickles my feeling. I don't know, as a communication scholar I do believe that maintaining a self-image is a common thing to do, tapi aku juga ga nyalahin statement diatas (of course, don't mistaken me). 

Wherever You Go, There You Were

What does it means?

People have their own past. Obviously, any horrible past have been thrown away to a space where other people can not see, and I call it a baggage (anyone who ever watched How I Met Your Mother might be just having a click on what I'm actually talking about).

Why the baggage?

Because, that baggage, will be carried over everywhere we go. Yes, our stories, experiences, either they were bad or good, will be carried all life long. That's why, wherever you go, there you were. You will be affected by your past, but don't let the past stain your heart. You might be a bad guy back then, but don't let yourself to be bad once more. You are you now. Although you will carry that baggage forever, doesn't mean that you will be haunted by its memories and let it ruins you present life. Happiness is an inside job, and only you alone can work on.

There's nothing wrong in wanting another life, perhaps, because it is a part of your progress in searching for some refreshments. But, please, don't let your past forms you to have a bad life. Memories are memories, hurts are hurts, but don't let them give bad effect to your true happiness. Aren't you happy for your life now? Look at your sister, brother, parents, friends, or even your cats or your dogs. Aren't you happy with your life with them? now?

Learn to love yourself & everything you were. People have their own brilliance & flaws. You just have to accept them for what they are, as so you accept yourself for what you were. Try to work the challenge in loving yourself and finding a way to use all that you think are your flaws to your advantage, and learn to generate your true happiness. Nobody's life is perfect, unless you make yours.

Lots of loves,
Share

Ramadhan Positif

Assalamu'alaykum,


Senang rasanya jumpa Ramadhan, ya meskipun beribadah juga harus tiap hari, tapi spesialnya bulan Ramadhan adalah penggandaannya pahala yang bakal Allah beri, subhanallah. Belum lagi event Idul Fitri nya, yang bikin umat Muslim 'terlahir' fitrah lagi alias suci. Mudah-mudahan puasa kita semua diterima oleh Allah ya, supaya usai Ramadhan kita semua bener-bener terlahir fitrah lagi, aamiin.

Biasanya kalau lagi Ramadhan, temen-temen banyak yang punya acara buka puasa bareng, atau ngabuburit bareng. Dan buat ngisi waktu sambil nunggu buka puasa, mumpung pahala lagi di lipatgandakan sama Allah, ayo diperbanyak amalan-amalan ibadahnya seperti shalat sunnah nya dikerjakan, terus baca Qur'an nya diperbanyak, bantu-bantu orang tua di rumah, dan senyum banyak-banyak, hehe. 

Luckily, I found another way to spent my Ramadhan day by participating in #ColouringYourRamadhan which held by @Hijabographic ! Di event tersebut kita bisa posting apaaaaaa aja sesuai tema yang @Hijabographic kasih. Iya, apa aja katanya! bisa infografis, doodle, bahkan fotografi. Asal berkaitan sama tema yang dia kasih. So, what are you waiting for? take your pencils and papers, start doodling!




Ayo bikin Ramadhan jadi seru!

3 Things To Prepare For Ramadan


Fitrah Saling Mencinta, Salahnya Dimana?


Quoted from Laa Tahzan For Love, page 22
Pada kenyataannya, orang yang benar-benar mencintai tidak akan menjerumuskan kekasihnya ke dalam lembah haram. Sebaliknya, dia akan berusaha sekuat tenaga untuk memerangi hawa nafsunya dan melindungi kekasihnya dari setiap ucapan dan tindakan yang bisa mendatangkan kemarahan Allah. Oleh karena itu, saya berharap Anda mau mengintropeksi diri dengan jujur, lalu menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
❤ Apakah pemuda itu memang tipe lelaki yang Anda idamkan untuk menjadi pendamping hidup Anda atau Anda hanya ingin menikmati waktu yang indah bersamanya?
❤ Apakah Anda yakin, Anda lebih membuka mata terhadap kekurangan-kekurangannya daripada kelebihannya? Apakah Anda yakin akan bisa berpikir positif terhadap kekurangan-kekurangan tersebut?
❤ Apakah Anda tidak akan mengubahnya demi kepentingan pribadi Anda, ataukah pada saatnya nanti Anda akan berusaha mengubahnya?
Thari sendiri, belum tergolong muslimah yang membatasi pergaulan dengan lawan jenis. Belum. Tapi sungguh, kutipan dari buku Laa Tahzan For Love yang di atas tadi bener-bener jadi reminder yang menohok hati. Sebagai manusia pastinya kita sering lalai ya.. kadang lagi beneeer banget, kadang lupa sama apa yang haq dan batil. Tapi insyaAllah, kalau terus-terusan berniat baik dan bener-bener dari hati pengen deket sama Allah, insyaAllah ada jalan. InsyaAllah pasti Allah bantuin.  

Cinta itu fitrah, akan salah kalau diberikan kepada orang yang salah. So, please do note:
Love the one who loves Allah,

Share

Amalan Penghapus Dosa #5: Melangkah Ke Masjid

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Dari Abu Hurairah r.a., hadist riwayat Muslim, bahwa Rasulullah saw. bersabda,
"Shalatnya seorang laki-laki dengan berjamaah akan dilipatgandakan (pahala)nya daripada shalatnya di rumah, sampai dua puluh lima derajat, itu tidak lain jika ia menyempurnakan wudhunya. Kemudian ia keluar dari masjid tidak lain ia melangkahkan kakinya untuk shalat kecuali akan diangkat derajatnya dari setiap langkah tersebut, dan menghapuskan dengan langkah itu kesalahan-kesalahannya, dan jika ia melaksanakan shalat, maka tak henti-hentinya para malaikat mendoakannya selama ia berada di tempat shalatnya dengan berkata, 'Ya Allah, ampunilah dosanya, sayangilah ia, dan ia melaksanakan shalat untuk menanti  shalat (fardhu).'"
Dan dalam riwayat Muslim dari hadis Ibnu Mas'ud r.a. Rasulullah bersabda,
"Dan di setiap langkahnya tidak lain Allah menuliskan kebaikan untuknya, meninggikan derajatnya, dan menghapuskan kejelekannya."
Selain itu, ada juga riwayat Ibnu Huzaimah dari harist Utsman r.a. yang kaya gini,


Nah, kalau Thari perhatiin, hadist-hadist di atas mengacunya ke laki-laki, terus yang perempuan gimana? karena Thari juga sempet denger kalau perempuan lebih baik shalat di rumah. Ada yang mau share pendapat? silahkan ❤




Share  



Photo by Vinoth Chandar

Amalan Penghapus Dosa #3 & #4: Ilmu, Ulama, Azan

In the name of Allah, The Most Gracious, Most Merciful

"Allah akan membangkitkan hamba-hamba-Nya pada hari Kiamat, kemudian mengistimewakan para ulama dan mengatakan, 'Wahai segenap ulama, Aku tidak pernah meletakkan ilmu-Ku untuk mengazab kalian, pergilah kalian! sesungguhnya Aku telah mengampuni kalian.' "
Hadist di atas adalah riwayat Thabrani dalam Al-Mu'jam al-Ausath , berkisah dari Abu Musa r.a. yang berkata bahwa Rasulullah bersabda seperti yang disebutkan di atas.

Selain itu juga, Thari baca ada riwayat lain, hadist dari Thabrani dalam kitab Al Kabir, dalam sanad hadist ini terdapat Musa bin Ubaidah yang sanadnya lemah. Wallahu'alam, kita emang harus hati-hati kalau baca hadist, tapi selama apa yang kita lakukan punya niatan baik, insyaAllah Allah bakal nunjukkin ke kita mana jalan yang bener. Ah iya, hadist yang barusan bunyinya gini,
"Aku tidak menjadikan ilmu (pengetahuan-Ku) dan kelembutan-Ku dalam diri kalian, kecuali tidak lain Aku ingin mengampuni kalian, terhadap dosa-dosa yang ada pada diri kalian, dan Aku tidak memperdulikan hal itu."
Thari sangat, sangat sangat sangat menghimbau temen-temen semua untuk tetap berpikir jernih dan selalu dalam keadaan khusnudzan atau tetap berprasangka baik terhadap apapun yang temen-temen baca, lihat, atau dengar. Kebenaran cuma milik Allah semata, ayo kita terus sama-sama berdoa supaya kita tetep ada dalam lindungan Allah dan ga mudah untuk masuk ke dalam tipu daya setan, aamiin.

Nah, selanjutnya, Thari pernah denger juga kalau orang yang azan akan dimintakan ampun oleh malaikat. Pas baca buku Dosamu Pasti Diampuni ternyata ada hadistnya juga riwayat Ahmad, bunyinya gini,


Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, aamiin..
Share







Photo by The Empress Of Ice Cream

Amalan Penghapus Dosa #2: Wudhu Dan Shalatnya

Bismillaahirrahmaanirrahiim




Salaam everyone!
Alhamdulillah di sini cerah, langit biru terang, awan putih besar-besar bentuknya kaya gula-gula kapas, alhamdulillah langitnya manis, insyaAllah hari ini bakal manis juga ya :)

This post will shows you tentang Amalan Penghapus Dosa #2: Wudhu Dan Shalatnya. Jadi, post yang sebelumnya ngebahas tentang wudhu yang bisa jadi penghapus dosa, nah sekarang ada tambahan hadist kalau bukan cuma wudhu aja, tapi shalatnya juga. 

Dalam riwayat Utsman r.a. juga dikisahkan ia sedang berwudhu dan mengatakan, "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berwudhu, kemudian beliau bersabda,
"Barangsiapa yang berwudhu seperti ini, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lampau, sedang shalat dan jalannya ke masjid menjadi tambahan (pahala) nya."
Nah, selain itu juga, ada hadist dari Ali r.a. (HR. Abu Ya'la dan al-Hakim, beliau mengatakan hadist ini shahih dengah syarah Muslim) yang ia berkata bahwa Rasulullah bersabda,
"Menyempurnakan wudhu dari hal-hal yang makruh, memperbanyak langkah ke masjid, menanti shalat setelah shalat akan menyucikan dosa-dosa dengan sebersih-bersihnya."
Subhanallah walhamdulillah, Allah Maha Mulia, Allah Maha Penyayang. Jadi, bukan cuma wudhunya aja yang disempurnakan, tapi juga shalatnya.. subhanallah.. bener-bener motivasional banget, setelah tau hadist-hadist ini, jadi makin semangat buat terus menyempurnakan wudhu, juga nambah rajin shalat yang sunnah nya. Mudah-mudahan amal shalat dan ibadah kita semua terus dicatat sama malaikat-Nya ya, aamiin

terus semangat ya dalam berbuat baik, bismillah..

Share






Photo by Kazeshini93

Amalan Penghapus Dosa #1: Menyempurnakan Wudhu

Bismillaahirrahmaanirrahiim




Alhamdulillah masih bisa bernapas tanpa merasa sesak, masih bisa shalat dengan posisi sempurna, masih bisa melihat wajah ibu dan bapak hari ini. Alhamdulillah, hari ini Thari masih bisa berbagi sedikit dari sekian banyak ilmu yang Allah taruh di muka bumi. Berkaitan sama posting sebelumnya yang bisa dicek disini , dari buku Dosamu Pasti Diampuni (Imam Al-Qabuni dan Ibnu Rajab Al-Hanbali) ada amalan-amalan yang insyaAllah bisa jadi penghapus dosa-dosa kita, juga sebagai penghindar dari api neraka, insyaAllah.

Sekarang postingan ini bakal ngasih tau empat hadist yang merujuk kalau menyempurnakan wudhu itu juga bisa menghapus dosa. Hadist pertama riwayat Ahmad:
"Jika seorang Muslim berwudhu, maka keluarlah dosa-dosanya dari pendengarannya, penglihatannya, tangan dan kakinya, dan jika dia duduk, maka duduknya adalah ampunan baginya"
Yang kedua, hadist riwayat Muslim, dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda,
"Jika seorang Muslim atau Mukmin berwudhu, kemudian ia membasuh wajahnya, maka akan keluarlah dari mukanya semua dosa yang dapat dilihat dengan kedua matanya bersamaan dengan air atau dengan tetesan terakhir (dari air wudhu) dan jika ia membasuh kedua tangannya, maka keluarlah semua dosa yang dilakukan oleh kedua tangannya bersamaan dengan air atau tetesan terakhir, dan jika ia membasuh kedua kakinya maka akan keluarlah semua kesalahan (dosa) yang dilakukan dengan langkah kakinya bersamaan dengan air atau tetesan terakhir. Sehingga ia keluar dari wudhu dalam keadaan bersih dari dosa."
Ada riwayat lain dari hadist Utsman r.a. disebutkan,
"Barangsiapa yang sedang berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, maka akan keluar dosa-dosanya dari badannya sampai dari bawah kuku-kukunya."
Yang terakhir, dalam lafal Nasaa'i disebutkan,
"Barangsiapa yang menyempurnakan wudhu sebagaimana yang diperintahkan Allah Ta'ala dan shalat lima waktu, maka akan menjadi penebus dosa-dosanya." 
Subhanallah ya, Allah bener-bener sayang sama kita. Wudhu aja bisa ngehapus dosa-dosa, asal sempurna, insyaAllah.

love as always,

Share







Photo by Kittuandme

Selagi Masih Bernapas, Kita Bisa Membersihkan Dosa

Bismillaahirrahmaanirrahiim,


"Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"
(an-Nisa' : 110)

Salaam everyone,
Janji Allah adalah nyata, Thari percaya. Al Qur'an, Thari juga percaya. Bahkan pendosa seperti Thari pun, percaya bahwa apa yang ada di Al Qur'an adalah benar.  Semua orang punya masa lalu, semua orang juga punya masa depan.. dan nggak ada yang tau kecuali Allah dan dia sendiri, si Fulan yang shalih dulunya kayak gimana, atau si Fulani yang 'berantakan' dulunya kayak gimana. Nggak, nggak ada yang sepenuhnya tau kecuali diri mereka sendiri, Allah subhanahu wa ta'ala, sama malaikat Raqib dan Atid tentang masa lalu masing-masing.

Sekali lagi (sekaligus meyakinkan lagi ke diri sendiri), janji Allah adalah nyata. Dalam firman-Nya, Allah bilang kalau dosa-dosa kita pasti diampuni, bisa dilihat di surat az-Zumar: 53 dan an-Nisa': 110 ya.. tapi bukan berarti karena pasti diampuni terus sekarang kita malah bikin dosa sebanyak-banyaknya, bukan gitu juga. Kan kita nggak tau kita mati kapan, ya? kan judulnya juga Selagi Masih Bernapas, Kita Bisa Membersihkan Dosa, jadi kalau udah ga bernapas, ya.. wassalam :(

Em.. Thari nggak terlalu suka nulis panjang-panjang, atau ngebahas satu topik yang panjang dalam satu page atau satu artikel, jadi.. postingan ini cuma sebagai pembuka dari apa yang nanti bakal Thari bahas di label Live in Faith kedepannya. Insya Allah postingan label ini selanjutnya bakal ngebahas tentang amalan-amalan penghapus dosa dan penyelamat dari neraka, karena kebeneran Thari juga abis baca buku Dosamu Pasti Diampuni yang ditulis sama Imam Al-Qabuni & Ibnu Rajab Al-Hanbali jadi insyaAllah isi bukunya bakal Thari share disini (termasuk tentang amalan-amalan itu). Mudah-mudahan bermanfaat dunia akhirat ya.. aamiin. Jangan lupa dishare ke temen-temen yang lain, supaya pahala kita semua jadi bertambah, bertambah, bertambah, bertambah, bertambaaaaah terus. Barakallah fi kum :)



Share

People Who Need People, Are The Luckiest People In The World


Bismillahirrahmanirrahiim

Salaam everyone,
I recently read this very book entitled Reaching Out: Interpersonal Effectiveness and Self-Actualization by David W. Johnson, which inspires me A LOT. One thing I remember for sure is, it says 
We are created, not for isolation, but for relationships.
It was instantly reminds me of the principal of Islam which is stated in Al Qur'an regarding a term of  Habluminallaah, habluminannaas (relationship with Allah, relationship with other human being). I was reminded that we have to maintain our relationship with other people as well as maintain our relationship with Allah subhanahu wa ta'ala. 

From the moment we born, relationships are the core of our existence; we were born by our mothers, raised in a family, having friends in schools and college, and I mean yes, we are born into relationships and live our lives within relationships. But sometimes (I know you feel this too), we hold a grudge in ourselves because of other people; for example, envying those who more famous than us or even dislike another person who can do anything they want to do while we couldn't, can let us having a complicated feeling in our deepest heart and it's not healthy. 

I want you to keep calm and have your positive thinking of others. You need them, as do they need you. Well, I'm not a spiritual guru or what-so-ever, I'm a just a silly student who also sometimes envying other people for their successful lives, but I do believe that people who need people are the luckiest people in the world. So why don't we spit out our negative thoughts and feelings, and love ourselves for what we actually have instead?

Keep enhancing your self-love skill by loving your surrounding first,
Bethari

Photo by Unknown



Share