What Holds Us Back From Our Dream

7:51 AM Sitoresmi Muti Bethari 2 Comments

Sekitar tiga minggu ini aku punya kegiatan macem-macem, apalagi udah sekitar lebih dari sebulan lulus dari kantor aku jadi nggak ada kegiatan rutin berangkat pagi pulang malem lagi. Nggak sih, aku nggak akan curhat soal kenapa aku bisa lulus dari tempat kerjaku kemarin haha, hanya aja selama beberapa minggu ini aku lewatin dengan perasaan berubah-ubah. Ya sejenis nggak karuan gitu karena biasanya jelas tiap hari mau pergi kemana, ngerjain apa, dan lainnya eh sekarang jadi bingung mau ngapain sambil nunggu kerja di tempat selanjutnya.

Apalagi aku orangnya moody-an, huft.

Despite all the things I've experienced, seringkali aku ngerasa down sama diri sendiri. Sering lah pikiran-pikiran kaya 'Lu tuh sebenernya mau hidup jadi apa sih, Thar?' terlintas lalu lalang di otak. Eh, serius. Seiyanya aku suka sok-sok-an ngasih motivasi ke orang lain atau ngomong/ngasih masukan dengan sok iye ke temen-temen, tapi aku sendiri masih suka kehasut sama negative vibes dari diri sendiri lho hahaha.

That's why people need others, right? Aku pun butuh orang lain untuk bisa terus termotivasi. Itu lah mungkin kenapa di agamaku sangat disarankan untuk bergaul dengan orang-orang baik (baik itu luas maknanya, buatku disini orang baik yang berpikiran positif). Yah buat aku mah sih selama orangnya nggak bikin aku celaka berarti dia orang baik. Dan bergaul sama orang lain berarti kita nerima konsekuensi untuk mendengarkan apapun yang orang lain katakan. Dan... what would you do if someone critics you? Mari kita bahas soal kritik, tanpa mengklasifikasikan dulu ini kritik yang menjatuhkan atau membangun.

Guys, nggak ada orang yang seneng dikritik (atau mungkin ada?). Let's be honest, saat adanya kritik terhadap diri kita dari orang lain, bakal ada beberapa feeling yang kita rasain contohnya: amarah, kecewa, denial, self-doubt, rasa takut, atau jadi percaya sama kritik tersebut dan malah ngedown. Marah karena kita mikir 'Lah kok bisa lu ngomong begitu? Gue gak terima!', atau kecewa karena kita ngerasa ya ampun nggak percaya banget deh dia bisa ngomong kaya begitu, denial atau penolakan dari apa yang kritikus tersebut katakan, self-doubt sampe meragukan diri sendiri 'Eh....emang iya ya gue kaya gitu? Duh...apa iya ya?', takut bahwa kita nggak cukup baik untuk orang lain, sampai perasaan down yang ditimbulkan gara-gara kita ngerasa bahwa kita adalah orang termelarat di dunia karena kritikan itu benar adanya! Ah gawat, nggak boleh nih, nggak boleh dong kaya begitu.

What starts out as a series of feelings and thoughts itu nggak menutup kemungkinan bakal kita jadiin belief system buat diri kita. It will turns out as an actual belief that will holds us back from our dreams! Kita jadi nggak percaya diri, and instead of someone criticizing us, we criticize ourselves. Bakal ada deh pikiran-pikiran yang bikin kita ngerasa bahwa kita nggak akan sanggup buat ngelakuin hal-hal yang luar biasa. Liat aja, orang lain juga banyak yang gagal kan?

Yah kira-kira begitu yang kita pikirin.

Negative self-doubt kaya gini yang nggak akan pernah bikin kita berhasil. Apapun yang kita lakuin bakalan gagal terus kalau kita selalu meragukan kemampuan diri sendiri. Eh, aku sekarang udah nggak kerja lho. Serius. Banyak orang nyinyir sama keputusan aku untuk hiatus bekerja kantoran. Apalagi aku masih belum menikah yah, orang-orang pada nyangkutinnya sama 'Gimana kamu bisa bantuin orang tua kalau kamu gak kerja, Thar?'. Dan sering juga lho itu bikin aku nggak semangat dan sampe mikir 'Iya yah...apa gue kerja lagi aja gitu? Ini usaha gue jangan-jangan nggak bakal berhasil...'. Tapi bukan Thari namanya kalau nggak semangat! Hehehe. Usaha itu nggak ada yang instan, semuanya butuh proses asal dijalanin secara istiqomah alias terus menerus. Sisanya? Percayain sama Yang Maha Esa karena nggak ada satupun yang kita alamin kecuali atas izin-Nya.

Ah kalau mau ngobrolin soal tips bisnis atau agama mah bukan bidang aku, jadi aku nggak akan bahas itu yah hehe.

In conclusion, menurutku sebetulnya kritik yang menjatuhkan atau membangun itu tergantung dari kitanya, gimana cara kita nerimainnya. Yah mau dikritik kaya apa juga sebenernya sih kalau kita nerimainnya dengan lapang hati kayanya nggak bakal ya ngalamin hal-hal yang aku sebutin di atas tadi. Iya nggak? Memang sih yang paling bahaya itu justru inner critic, sesuatu yang berasal dari diri kita sendiri yang kita percaya bahwa hal-hal negatif yang kita alami itu berasal dari diri kita sendiri. Nah kalau kaya gitu ceritanya nggak akan ada yang bisa ngubah nasib kita kecuali diri kita sendiri.

Jadi buat temen-temen yang sekarang lagi mengejar mimpi, harus terus semangat! Apapun yang sekarang kamu rasain, sedih, marah, kecewa apapun pokoknya, please don't let your inner critic holds you back from your dream! Inget kan pesen Rasul? 'Belajarlah seakan kamu hidup selamanya, berimanlah seakan kamu akan mati besok'.

Selamat merealisasikan mimpi ya guys! *pegangan tangan erat-erat*

2 comments:

  1. jadi harus kayak pegas ya, semakin ditekan semakin tinggi lompatannya

    ReplyDelete

I would love to hear anything from you! You can ask, request, or just to say hi, and I will absolutely reply your comment InshaAllah :)